Headline

Polres Salah Tangkap Orang?


TIDAK TERIMA: Sejumlah warga mendatangi Polres Sumenep karena tidak terima atas penangkapan NH, warga Desa Giring. (KM/Fathor Rahman)

kabarmadura.cp, (SUMENEP)-Puluhan warga desa Giring Kecamatan Manding mendatangi Polres Sumenep, Selasa (13/3). Mereka tidak puas atas penangkapan NH.

Warga menilai bahwa pihak kepolisian telah salah menangkap orang karena yang diamankan dianggap tidak bersalah.

Isteri NH, Miskia saat ikut dalam rombongan massa itu menyampaikan, jika suaminya tidak bersalah. Karena NH bukan penadah seperti yang disangkakan polisi.

“Suami saya bukan penipu tapi juga korban yang terkena tipu, tapi malah dianggap sebagai penadah. Makanya, kami sampaikan bahwa pihak kepolisian telah salah menangkap orang dan bahkan dijemput paksa tadi malam (kemarin malam, red),” jelasnya kepada Kabar Madura, Selasa (13/3).

Pasalnya, NH meminjamkan uang kepada seseorang dengan jaminan mobil. Apa yang dilakukan NH, kata Miskia, untuk membantu orang lain.

Jika memang mobil yang dititipkan milik orang lain. Sementara pemilik mobil melapor ke polisi, seharusnya bukan NH yang diamankan, melainkan orang yang meminjam uang dan menitipkan mobil itu sebagai jaminannnya.

“Karena suami saya hanya bermaksud menolong dengan memberikan pinjaman uang Rp30 juta kepada orang tersebut. Kalaupun dikatakan penggelapan mobil, barangnya ada di rumah, berarti tidak ada penggelapan oleh suami saya,” beber Miskia.

Pihak kepolisian saat menangkap NH dirumahnya, tidak membawa surat penangkapan. Hanya saja secara tiba-tiba langsung datang dan menangkap pada saat suaminya tidur.

“Saya berharap supaya suami saya dibebaskan. Kalau tidak dibebaskan, kami akan melapor ke Polda Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego Sarwoto mengatakan, penagkapan terhadap NH karena diduga terlibat penggelapan mobil sesuai dengan pasal 480 KUHP. NH saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mobil jenis Suzuki APV itu disewa. Penyewa kemudian menggadaikan ke NH Rp30 juta. Tapi NH kembali menggadaikan mobil itu Rp40 juta. Berarti perbuatan pidananya sudah sangat nampak. Bahkan kami sudah melayangkan surat pemanggilan dua kali, karena tidak datang, maka kami jemput paksa,” katanya.

Diakui, bahwa NH bukan tersangka utama. Pihak kepolisian masih mengejar tersangka utama, yakni orang yang menggadaikan mobil ke NH. “Kami juga mengejar orang yang punya uang Rp40 juta atau yang ambil gadai ke NH,” ujar Tego. (ong/rei)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top