NEWS

Penanganan Banjir Masih Dikoordinasikan


DILIBURKAN: Banjir di Kabupaten Sampang yang melanda sejumlah sekolah, masih melumpuhkan kegiatan belajar mengajar (KBM). (KM/SUBHAN)

kabarmadura.co, (SAMPANG) – Akibat banjir yang melanda Kabupaten Sampang pada Senin (12/3) lalu, kegiatan belajar mengajar (KMB) di beberapa sekolah yang terdampak, belum pulih kembali, salah satunya Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Sampang yang lokasinya di Jalan. Imam Bonjol Kelurahan Dalpenang.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, selain SMPN 6 Sampang, lembaga pendidikan lain yang terdampak banjir meliputi SDN Gunung Maddah III, SMKN 1 Sampang, SDN Dalpenang I,II dan III, SDN I Rongtengah.  Akibatnya, KBM di sejumlah sekolah tersebut harus ditiadakan sementara.

Kepala Sekolah SMPN 6 Sampang Moh Solihin mengatakan, bencana banjir tahunan kerapkali mengganggu keberlangsungan proses KBM, karena ruang kelas yang biasa digunakan KBM digenani air. Pada banjir kali ini, ketinggian genangan air mencapai 80 centimeter (cm), sehingga ruang kelas dan halaman sekolah penuh dengan lumpur. Akhirnya, pihaknya mengajak para siswa untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah bersama guru dan sejumlah simpatisan.

”Dengan adanya banjir kemarin itu, kami terpaksa meliburkan KBM selama dua hari, karena siswa harus ikut kerja membersihkan lingkungan sekolah yang penuh genangan lumpur,” katanya kepada Kabar Madura, Selasa (13/3).

Dikatakan Moh Solihin, terdapat 349 siswa yang tidak bisa melangsungkan KBM pada saat musibah banjir melanda. Kondisi seperti itu, sudah tercatat yang ke sembilan kali dialami lembaganya.

”Banjir kali ini merupaka kejadian yang terbesar selama dua bulan terakhir, sehingga siswa harus libur siswa selama dua hari, namun sebelumnya hanya libur satu hari,” terangnya.

Untuk itu, Solihin berharap, pemerintah daerah bisa menemukan solusi terbaik agar setiap terjadi musibah banjir, siswa tidak dirugikan lagi.

”Terus terang kami sangat berharap pemerintah bisa mengoptimalkan sedoten yang ada, sehingga banjir yang datang tidak sampai menggangu proses KBM di sekolah, terlebih disekolah ini. karena gedung sekolah berada didataran yang sangat rendah,” tuntasnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Sampang Jonathan Judianto mengaku, pihaknya masih belum tahu secara detail soal kondisi banjir di Kabupaten Sampang. Ditegaskan, pihaknya perlu bersinergi dengan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tentang sejumlah permasalah.

“Besok kami berangkat ke Sampang untuk meninjau dan rapat dengan staff serta DPRD Sampang untuk membahas kemiskinan, pendidikan, garam dan yang utama banjir,” kata dia sesuai pelantikan Pj bupati di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (13/3).

Seperti diketahui, derasnya hujan di daerah utara di Kabupaten Sampang membuat luapan air Sungai Kemuning kembali menggenangi ratusan rumah di wilayah Kecamatan Sampang. Sedikitnya lima desa dan tiga kelurahan di Kecamatan Sampang tergenang air, enam desa itu antara lain Kamoneng, Pengilen, Tanggumong, Pasean dan Panggung sedangkan wilayah Kelurahan meliputi Kelurahan Dalpenang, Gunung Sekar dan Rongtengah.

Banjir kali ini, selain akibat intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah utara seperti Kecamatan Kedundung, Robatal dan Karang Penang yang menyebabkan tidak tertampungnya air oleh sungai Kamuning sementara pasang air laut mulai Minggu malam (11/3).

Secara terpisah,  Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa mengatakan, banjir yang terjadi di sampang tidak akan tuntas tanpa ada pembangunan infrastruktur untuk penyerapan air seperti waduk, embung dan sudetan.

“Pembangunan infrastruktur di Sampang ini tidak bisa dituntaskan hanya dalam waktu satu tahun, untuk itu penganggarannya pun dengan sistem multiyears, setiap tahun dialokasikan sampai tuntas pembangunannya,” tandasnya.(dit/sub)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top