NEWS

OPD Cenderung Abaikan Pengelolaan Arsip


ARSIP PENTING: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjadi tempat menyimpan arsip-arsip penting Sumenep, tapi selama ini tidak berjalan. (KM/Dok)

kabarmadura.co,  SUMENEP – Selama ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kurang memperhatikan arsip, karena tidak terkelola dengan baik.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, selama ini arsip memang minim perhatian, karena perilaku kurang peduli. Arsip yang disimpan saat ini, seperti SK bupati, lanjut dia, memang belum penting, namun akan berarti pada 50 tahun ke depan, setidaknya akan menjadi jejak sejarah.

“Padahal, ketika berbicara pembagunan, tentang anggaran, kegiatan dan lain sebagainya tentang pemerintah, pasti yang dbutuhkan adalah arsip, sebagai bukti sejarah bahwa kegiatan itu pernah ada,” jelasnya kepada Kabar Madura.

Pihaknya sudah berusaha memberi pemahaman kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD) tentang pentingnya mengelola arsip dengan baik dan benar. Selama dua bulan terakhir, terdapat tujuh OPD yang dilakukan pendampingan.

Ia mencontohkan, ketika ingin meihat foto Sumenep dari masa ke masa, sudah sulit dilakukan, termasuk berkas-berkas Sumenep di zaman dulu.

“Ternyata selama ini kearsipan kita sifatnya pasif. Dalam artian, menunggu dari pencipta arsip atau OPD yang akan menyimpan arsip di bidang kearsipan,” tuturnya.

Soal sebentar lagi Sumenep akan memiliki Perda tentang kearsipan, pihaknya menyambut baik. Sebab akan ada kewajiban baginya untuk menyelenggarakan sesuai aturan.

“Ke depan, kami akan mencoba untuk menata dan mengelola dengan baik karena arsip itu merupakan sesuatu yang sangat penting,” pungkasnya.

Sebelumnya Komisi IV DPRD Sumenep berinisiatif membuat rancangan peraturan daerah (raperda) tentang kearsipan. Regulasi diharapkan untuk menyelamatkan arsip. Raperda itu telah selesai dibahas tahun ini. Kini, dalam proses evaluasi oleh gubernur Jawa Timur.

Dalam raperda kearsipan ini, ada 10 poin yang mewajibkan kepada semua OPD untuk dijalankan, terutama oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep.

“Karena kami tahu bahwa selama ini, jangankan di pemerintahan Sumenep ini mau mencari arsip sepuluh atau lima tahun yang lalu, arsip yang satu tahun kemarin sudah amburadul. Jadi arsip tidak tertata dengan baik, sehingga ketika dibutuhkan, kebingungan untuk mendapatkannya,” beber Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Moh Subaidi. (ong/waw)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top