NEWS

Komisi II siap Kawal Impor Garam


Sejalan: Komisi II DPRD Sumenep saat menemui mahasiswa yang menolak adanya impor garam. (KM/Yunus Maulana)

kabarmadura.co, (SUMENEP)– Gelombang penolakan tentang adanya impor garam terus bermunculan. Kali ini Gerakan Mahasiswa Ektra Parlemen (Gempar) Sumenep melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Tujuannya untuk mempertanyakan kesiapan Komisi II dalam menolak adanya impor garam tersebut.

Salah satu anggota Komisi II DPRD Sumenep Bambang Prayogi saat menemui para demonstran menyatakan, jika pihaknya siap untuk mendampingi dan mengawal petani garam untuk menindak lanjuti penolakan garam tersebut.

“Okey, kalau kalian ingin menolak, harus dibuktikan dulu dengan data. Disamping kita memang butuh adanya impor, akan tetapi  yang harus kita tolak adalah penyalahgunaann impornya,” tuturnya, Selasa (13/3).

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, pada dasanya, dewan sejak dulu memang menolak adanya impor garam, sebab masyarakat masih mampu untuk memproduksi garam.Pihaknya cukup paham akan keinginan dan kebutuhan masyarakat agar harga garam tidak anjlok akibat impor dan mafia garam.

Dengan adanya impor pasti akan merugikan para petani garam, sebab harganya pasti akan murah. “Impor garam memang di tahun ini meresahkan masyarakat,” ujar Bambang.

Sehingga, pihaknya menginginkan para petani, mahasiswa, atau yang lainnya yang tidak setuju akan adanya impor tersebut untuk duduk bersama.

“Penyelesaiannya bukan cara seperti ini, dan seharusnya dikuti oleh semua DPRD yang ada di Madura. Dengan duduk bersama, berdiskusi bersama untuk kedepannya seperti apa, langkahnya bagaimana, baru kita bisa programkan,” paparnya.

Sementara itu, menurut Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa Saiful Bahri dalam orasinya, meminta kepada pihak terkait, terutama Komisi II DPRD Sumenep untuk komitmen bersama-sama dalam menolak impor garam.

“Jika impor garam tetap dibiarkan, maka perekonomian petani garam akan terbunuh dan harganya akan turun. Padahal, Sumenep merupakan salah satu kabupaten pemasok garam terbesar di Jawa Timur, dan secara umum Madura hingga saat ini masih menjadi salah satu penyumbang Garam terbesar nasional,” tuturnya saat berorasi.

“Hal tersebut berdasarkan kebutuhan garam secara nasional yang hanya 4,4 juta ton, dan produksi lokal sebanyak 2,2 juta ton. sedangkan, jika pemerintah mengimpor garam sebanyak 3,7 juta ton, maka akan ada kelebihan garam disitu, sekitar 1,5 juta ton,” terangnya. (yus/rei)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top