NEWS

Aset Pemkab Dipastikan Susut


MANGKRAK: sejumlah aset Pemkab yang kondisinya sudah tidak layak pakai direncankan untuk dilakukan penghapusan tahun ini. (KM/DOK)

kabarmadura.co, (SAMPANG) – Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BP2KAD) setempat memastikan akan melakukan penghapusan 18 unit aset melalui lelang secara terbuka di triwulan pertama tahun 2018. Dengan demikian, jumlah aset milik Pemkab Sampang akan semakin susut.

Kepala BP2KAD Kabupaten Sampang, Suhartini Kaptiati, yang dikonfirmasi melalui Kabid Pengelolaan Aset, Bambang Indra Basuki mengatakan, penghapusan aset tersebut terpaksa dilakukan karena tidak produktif dan  kondisinya sudah rusak, sehingga harus diupayakan proses penghapusan melalui mikanisme lelang terbuka.

Kata pria yang akrab disapa Bambang itu, ke 18 aset dimaksud terdiri dari jenis kendaran roda empat sebanyak 6 unit, kendaraan roda dua sebanyak 10, dan 2 unit bangunan gedung kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagprin), serta sebagian gedung kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo.

”Dalam waktu dekat ini, kami rencanakan penghapusan aset sebanyak 18 unit yang kondisinya sudah tidak layak pakai dan sudah ada penggantinya untuk kendaraan operasional yang baru,”kata Bambang Indra Basuki kepada Kabar Madura, Selasa (13/3).

Menurut Bambang Indra Basuki, upaya penghapusan aset perlu dilakukan dalam rangka mengoptimalkan nilai manfaat dan akurasi pendataan dari sejumlah aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Sebab keberadaan sejumlah aset tersebut sudah tidak dapat digunakan, dan dimanfaatkan.

”Pengapusan aset itu, dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan sisi manfaat dari keberadaan aset itu sendiri, untuk apa jumlahnya banyak namun tidak bermanfaat, maka dari itu harus dihapus karena sudah tidak bisa memberikan manfaat lagi,” ungkapnya.

Sementara ini, sambung Bambang, pihaknya belum bisa memastikan waktu yang tepat dalam melakukan penghapusan aset, karena ketentuan dalam proses penghapusan sejumlah aset daerah harus melalui atau melibatkan badan Kantor lelang Negara (KLN).

”Untuk jadwal pastinya, kami masih menunggu jadwal dari KLN pusat. Tetapi kemungkinan dalam bulan ini, penghapusan sudah bisa digelar,” tuntasnya. (sub/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top