Headline

Taktik Milo Pertahankan Keunggulan


(KM/TABRI S. MUNIR)

kabarmadura.co – Kehadiran Milomir Seslija bisa mematahkan tren negatif Madura United FC. Sebelumnya, Fachrudin W Aryanto mengalami lima kekalahan beruntun, sejak kalah atas Persebaya Surabaya di penyisihan grup C Piala Presiden 2018 hingga laga terakhir penyisihan grup B Piala Gubernur Kaltim (PGK).

Tren negatif tersebut tidak hanya dari sisi kekalahan, namun Laskar Sape Kerrab  selalu kebobolan di babak kedua. Hal itu berimbas terhadap hasil akhir pertandingan. Yang paling disayangkan, saat Madura United mampu unggul 2:1 atas Bali United FC di turun minum. Sayang,

Kesalahan serupa juga terjadi saat penyisihan grup PGK 2018. Tim berkostum kebanggaan loreng merah putih, selalu dibobol di babak kedua dan sekaligus mengalami kekalahan. Terutama laga terakhir, Madura United sudah unggul lewat aksi Slamet Nurcahyo, namun pertengahan babak kedua punggawa Persiba Balikpapan mampu 2 kali menjebol gawang Satria Tama.

Problem tersebut secara perlahan-lahan terselesaikan sejak hadirnya suksesor Milomir Seslija. Pelatih kepala anyar itu mulai mampu meningkatkan motiasi tanding pemainnya untuk bisa menjaga keperawanan gawang Madura United. Lawan Hougang United dan PSIS Semarang, tidak ada satupun gol yang bersarang ke gawang tim yang dibesutnya.

Milo menjaga kebugaran pemain dan dengan jeli segera mengganti pemain yang kurang berpartisipasi dan kurang fit. Terlihat saat Laskar Sape Kerrab melumat Laskar Mahesa Jenar. Milo melakukan perombakan di babak kedua dengan memperkokoh sektor tengah.

Sebelumnya, lini tengah disi oleh Zah Rahan Karanggar dan Nouruddin Davronov yang cenderung menyerang, hanya menyisahkan Lucky Wahyu, sebagai gelandang yang selalu memotong alur bola sebelum ke pertahanan.

Memasuki babak kedua, perlahan-lahan lini tengah berubah. Milo menurunkan Asep Berlian dan OK Jhon untuk menggantikan peran Lucky dan Noura. Kedua pemain tersebut memiliki kecendrungan bertahan. Perlahan-lahan ritme pertandingan mulai pelan. Madura United mencoba menguasai bola dan berlama-lama dengan bola.

“Memimpin 1:0 itu cukup, yang penting 3 poin (memenangkan pertandingan). Hasil ini sangat penting dan bisa membangun kepercayaan diri. Ini pelajaran bagi pemain-pemain muda, kami tidak mau mengajari mereka hanya lari, lari, lari sepanjang pertandingan, namun bertanding dengan rencana dan terstruktur,” tegas Milo soal ritme permainan yang mulai diturunkan jelang peluit panjang.

“Banyak tim Indonesia yang kalah di menit-menit terakhir. Kita harus kontrol dan fokus 90 menit. Ini proses mengajari meraka (pemain Madura United),” pungkas Milo. (km38/bri).

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top