Headline

Nelayan Terganggu Kawasan Industri Baru


Akibat Pembangunan Dermaga, Ikan Menghilang

(KM/ADITYA EKA)

kabarmadura.co, (SURABAYA) – Pembangunan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar Gresik, didukung penuh oleh Komisi B DPRD Jawa Timur. Mengingat, keberadaannya bisa memotivasi industri yang akan muncul dengan konsep terintregasi, seperti yang kini digagas Komisi B dalam peraturan daerah (perda) terkait kawasan industri terintegrasi.

Namun demikian, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Achmad Firdaus Febrianto menegaskan, pembangunannya jangan sampai mengorbankan masyarakat sekitar. Sebab masih ada keluhan dari nelayan setempat lantaran terdampak buruk dari pembangunan dermaga itu.

“Saat peresmian oleh Pak Jokowi, saya sempat disambati oleh masyarakat yang katanya akibat pelebaran dermaga, membuat nelayan di sana kesulitan mendapatkan ikan. Karena itu masalah ini akan kita klarifikasi. Yang pasti pendirian kawasan industri jangan merugikan lingkungan sekitarnya,” kata dia di DPRD Jawa Timur, Senin (12/3).

Dia menjelaskan, tiga Industri penyumbang PDRB 2016 di Jawa Timur adalah industri pengolahan yang mencapai 28,97 persen, perdagangan besar eceran 17,94 persen, dan disusul pertanian, perhutanan, dan perikanan 14,18 persen. Dari ketiga sektor, terakumulasi 61,9 persen. Artinya, sektor industri yang tidak mengesampingkan faktor agro, telah memberikan ruang besar dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Jumlah Industri mengacu data Disperindag Jawa Timur, terdapat 812.678 unit usaha, masing masing terdiri atas 0,14 persen industri besar, 0,91 persen industri menengah, 2,47 persen atau 97,39 persen industri kecil.

“Maka diperlukan pengasahaan yang terpadu untuk mengkordinasikan semua potensi yang ada tersebut. Penempatan industri dalam kawasan diperlukan untuk bisa menunjang fasilitas prasarana terpadu baik administasi, perizinan maupun infrastruktur,” ujar dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa timur Soekarwo menegaskan, pembangunan kawasan industri yang terintegrasi keuntungan bagi penciptaan iklim ekonomi yang kondusif di Jawa Timur, khususnya sektor ekspor dan impor. Menurut dia, pengembangan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing produk industri.

“Tujuan akhirnya adalah dapat mendorong ekspor. JIIPE terintegrasi dari seluruh keperluan yang dibutuhkan pengguna jasa, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi biaya logistik,” ujar Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Dia menuturkan, karena dapat menekan ongkos produksi, termasuk distribusi barang, sebagai kawasan industri dan pelabuhan yang ideal di era sekarang ini. “Dengan nilai lebih itu, perusahaan yang bergabung dalam JIIPE menjadi lebih kompetitif jika dibandingkan tempat lain,” tandasnya. (dit/waw)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top