BANGKALAN

Tewas Terbelenggu Konflik Asmara


Gantung Diri usai Cekcok dengan Tunangan

TEWAS: Nyawa Sahrul tak tertolong usai gantung diri. (KM/IST)

kabarmadura.co, (BANGKALAN) – Sahrul Romadhon Arif Kurniawan (22) warga Jalan Ketengan, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh Bangkalan, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di gudang rumah tunangannya, Ainun Kiptiyah (20), di Jalan Pemuda Kaffa, Kampung Junok, Minggu (11/3).

Pertengkaran antara korban dan Ainun sekitar dua minggu yang lalu, disinyalir menjadi pemicu korban nekat gantung diri menggunakan tali nilon warna kuning tersebut. Nyawa korban tidak bisa diselamatkan, meski sempat mendapat perawatan medis di RSUD Bangkalan.

“Korban dan tunangannya pernah cekcok, karena tunangannya itu tidak mau menerima uang dari korban. Kami menduga ini yang menjadi penyebab korban bunuh diri,” jelas Kasubag Humas Polres Bangkalan, AKP Bidaruddin, sebagaimana dilansir madura corner.

Aksi nekat korban pertama kali diketahui oleh Ainun saat pulang ke rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Ainun melihat sepeda motor korban terparkir di halaman rumah. Kemudian, Ainun menuju gudang karena melihat pintu sedang terbuka.

“Tunangannya sendiri yang menemukan korban gantung diri di gudang, dan korban diturunkan setelah tali nilon yang melilit leher korban itu dipotong menggunakan sekrap,” imbuhnya.

Setelah korban berhasil diturunkan, Ainun membangunkan adiknya yang sedang tidur dan mengambil air minum. Ketika diberi air, korban sempat meminum sebanyak dua kali tegukan, sebelum dipindah ke teras rumah.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban menderita luka jerat dileher bagian depan sepanjang 32 centimeter,” tandasnya. (mc/nam)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top