Headline

Panasnya Perebutan Suara dari Madura


Bisa Jadi Penentu Kemenangan Pilgub

ADU KEKUATAN: Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf saat berkampanye di pamekasan untuk memperebutkan dukungan dari masyarakat Madura. (KM/NURUS SOLEHEN)

kabarmadura.co, (PAMEKASAN) – Dua hari belakangan ini, Madura menjadi arena kampanye dua pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur. Dua paslon tersebut, dari nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa- Emil Dardak dan paslon gubernur nomor urut dua Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarnoputri. Kedua cagub tersebut secara bersamaan menyapa masyarkat Pamekasan (5/3).

Jika cagub Khofifah turun tangan menyapa para pedagang di Pasar Palawija Kolpajung, cagub Saifullah Yusuf justru menghadiri deklarasi tim pemenangannya bersama ribuan santri di Gedung Islamic Center Pamekasan. Kedua paslon sama-sama diikuti oleh tim suksesnya. Tentuya, dengan menampakan muka manisnya kepada ribuan pendukungnya.

Selain fokus pada mencari dukungan, basis suara di dalam pemilihah gubernur (pilgub) Jawa Timur (Jatim) juga merupakan suatu hal yang sangat krusial. Penguasaan basis suara yang terbilang heterogen bisa menjadi penentu siapa yang menang dalam pemilukada.

Sebagaiman dingkapkan pengamat politik Melky Amirus Shaleh, Pilgub Jatim yang masuk pemilukada serentak di Indonesia, geliat politiknya juga menjadi perhatian secara nasional, setelah Jawa Barat. Karena bisa jadi, bisa berkaitan dengan penentuan sikap politik nasional pada pemilihan presiden mendatang.

“Selain di Jawa Barat, Jawa Timur segmentasi politiknya nanti di pemilihan presiden (pilpres) juga dipertimbangkan. Dari itu, maklum-maklum sajalah jika keduanya ini mencari muka kepada warga pulau garam,” kata alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, Selasa (6/3).

Direktur Political Literacy Institute itu menambahkan, secara umum, basis pemilih kawasan Jatim dikelompokan menjadi tiga, yakni Tapal Kuda yang meliputi daerah Probolinggo hingga Madura; Mataraman meliputi Tulungagung hingga Banyuwangi; dan Arek meliputi Surabaya hingga Malang.

Dari wilayah-wilayah tersebut, Melky menyebut, Khofiah dan Gus Ipul akan bersaing ketat di wilayah Tapal Kuda, mengingat keduanya dikenal dekat dengan kalangan santri, khususnya santri yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

“Meski bersaing ketat, ia meyakini, tensi dan dinamika politik di Tapal Kuda akan berjalan normal. Kalangan santri NU, kata dia, memiliki pandangan yang moderat,” urai mantan aktifis HMI ini.

Khofifah dan Gus Ipul mengetahui, bahwa tensi perubahan politik di Tapal Kuda cukup menentukan. Apalagi hingga saat ini, Tapal Kuda dan Madura, basis suaranya masih di atas angin. Dari itu lumbung suara di Tapal Kuda bagian dari strategi Khofifah dan Gus Ipul. Meski dalam skala prioritasnya, mereka belum menunjukkan secara terang-terangan target perolehan suaranya. (rus/waw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top