NEWS

Kades Kolo-Kolo Dilaporkan ke Kejari


LAHAN BASAH: Raskin Desa Kolo-Kolo diduga diselewengkan dan bertahun-tahun penerima tidak mendapatkan haknya. (KM/Dok)

 

kabarmadura.co, (SUMENEP) – Menduga Kepala Desa (Kades) Kolo-Kolo Pulau Kangean Kecamatan Arjasa penyimpangan dalam pendistribusian beras subsidi untuk masyakat miskin (raskin), Lembaga Swadaya Msyarakat (LSM) Laskar Antikorupsi Indonesia (LAKI) melaporkannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Laporan yang disampaikan pada tanggal 23 Februari 2018 itu, berisi dugaan penyelewengan pendistribusian raksin selama kades tersebut menjabat, yakni pada tahun 2013 hingga 2017.

Koordinator Lebaga Swadaya Masyarakat LAKI Bagus Junaidi yang melaporkan dugaan penyimpangan Raskin itu menyampaikan, indikasi penyelewengannya diduga dilakukan oleh kades Kolo-Kolo sejak menjabat dari tahun 2013, 2014, 2015, 2016 hingga tahun 2017. Bahkan sampai saat ini  diduga kuat tidak pernah menyampaikan raskin kepada penerima.

“Sejak Kades Kolo-Kolo menjabat dari tahun 2013 sampai sekarang, hanya satu kali memberikan uang kepada masyarakat sebesar Rp40 ribu. Uang tersebut dinilai sebagai ganti Raskin. Hal itu berdasarkan hasil investigasi di lapangan dan dapat dibuktikan secara nyata nantinya dalam penyelidikan oleh Kejari,” jelasnya.

Seharusnya, rumah tangga sasaran penerima raskin di Kolo-Kolo menerima beras 15 kilogram dengan uang tebusan Rp16 ribu. Namun hal itu tidak pernah terjadi, karena diduga kuat beras tersebut sengaja tidak didistribusikan. Pihaknya berharap, laporan dugaan penyelewengan raskin tersebut ditindaklanjuti oleh pihak Kejari Sumenep dan diusut hingga tuntas. Sebab raskin yang terindikasi sengaja tidak didistribusikan itu, merupakan perbuatan pelanggaran hukum atau tindak pidana korupsi.

Ditambahkan Edi, sapaan akrab Bagus Junaidi, Kejari Sumenep dalam menerima pengaduan hingga meindaklanjuti laporan itu, diharapkan tidak berpola seperti kinerja sebelumnya. Sebab menurut penilaiannya, laporan mengenai penyimpangan raskin, tidak ada tindak lanjut yang jelas.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yakni dikhawatirkan laporan kami lenyap begitu saja, maka berharap kepada kejari agar tidak pilih kasih serta dalam menindaklanjuti laporan. Oleh sebab itu, harus segera menindaklanjuti guna memastikan apakah kades Kolo-Kolo ini benar-benar telah melakukan penyimpangan pendistribusian raskin atau tidak,” pungksnya.

Sementara itu, Camat Arjasa Farid menyampaikan, menganai adanya laporan ke Kejari Sumenep itu, pihaknya sudah berkomunikasi dengan kades bersangkutan.

“Intinya, dugaan itu, menurut kades Kolo-Koli, tidak benar. Karena Raskin selama ini didistribusikan. Dalam waktu dekat, Kades berencana ke Kota Sumenep,” katanya kepada Kabar Madura.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top