NEWS

TB Kembali ke Tempo Doeloe


JANTUNG KOTA :Taman Bunga (TB) ini akan dibangun seperti bangunan pada saat masa kerajaan Sumenep. (KM/ DOK)

kabarmadura.co, (SUMENEP)– Pemerintah Kabupaten Sumenep akan membangun Taman Bunga (TB) seperti tempo dulu pada saat masa kerajaan. Tidak tangung-tanggung, anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp5 miliar lebih.

Kondisi TB saat ini memang memiliki daya tarik bagi pengunjung. Namun bangunan yang ada ternyata berubah dari bentuk bangunan pada waktu masa kerajaan tempo dulu. Sehingga mendapat masukan dari sejumlah tokoh masyarakat agar bangunan tersebut dikembalikan seperti pada masa zaman kerajaan Sumenep.

TB memiliki dua pintu utama, masing-masing berada di sisi barat lurus dengan masjid Jamik dan sebelah timur lurus dengan jalan menuju Keraton Sumenep. Jalan dari arah Keraton menuju masjid Jamik tembus. Konon para raja saat hendak ke masjid Jamik dan sebeliknya melewati dua pintu utama.

Namun saat ini, di tengah-tengah TB ada bangunan taman yang menghalangi jalan antara masjid Jamik dan Keraton. Oleh sebab itu, pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Sumenep akan membangun TB dengan desain seperti tempo dulu.

“Rencananya TB itu, kami tata kembali disesuaikan dengan kondisi zaman dahulu. Zaman dulu jalan di tengah TB itu tembus antara masjid Jamik dan Keraton. Semua itu berdasarkan masukan dari tokoh Sumenep yang disampaikan ke Bupati, kemudian dari Bupati didelegasikan ke kami,” ungkap Bambang Irianto.

Pria yang menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Sumenep ini menyampaikan, pembangunan tersebut akan dilaksanakan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp5 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  Saat ini, perencanaan pembangunan itu sudah selesai dan akan ditender pada Maret mendatang.

“ Terus ada tambahan Rp200 juta dari APBD Sumenep sebagai tambahan kekurangan dari Rp5 miliar” ungkap Bambang Irianto, Rabu (14/2)

Menurut Bambang, selain dirancang untuk dikembalikan ke tempo dulu, rencana pembangunan TB juga sebagai titik Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam rangka penataan nata kota berkaitan dengan Rencana Tata Bangun Lingkungan (RTBL). (km36/rei)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top