Headline

Tidak Manusiawi, Madura ‘Dihargai’ Rp1 Triliun


Pematokan Nominal Anggaran adalah Langkah Keliru

ACHMAD ISKANDAR: Wakil Ketua DPRD Jawa Timur. (KM/IST)

kabarmadura.co, (SURABAYA) – Berbagai persoalan di Pulau Madura justru menjadi ‘dagangan’ politik menjelang pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) tahun 2018 ini. Pulau yang terdiri dari empat kabupaten ini, kembali menjadi salah satu perhatian dari para kandidat pasangan calon (paslon). Namun sayang, ada yang hanya menjadikan Madura sebagai objek saja, bahkan “menghargainya” hanya senilai Rp1 triliun.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Achmad Iskandar mengatakan, pematokan nominal Rp1 triliun itu tidak manusiawi. Ia mencontohkan, untuk normalisasi Sungai Kemuning di Sampang saja, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Rp350 miliar. Apalagi untuk pembangunan di empat kabupaten. Normalisasi sungai yang dimaksud, menjadi salah satu solusi untuk mengatasi dampak banjir yang kerap melanda kabupaten berjuluk Kota Bahari itu.

“Kebutuhan masyarakat Madura itu sangat tinggi. Jangan mematok nominal, tapi berikanlah sesuai kebutuhan, dan jadikan wilayah prioritas utama pembangunan,” kata dia, Senin (12/2).

Dia menjelaskan, tugas berat yang harus dilaksanakan pemimpin Jawa Timur dalam lima tahun ke depan, adalah mengentaskan masyarakat Madura dari kemiskinan. Hal penting yang harus jadi prioritas agar bisa mengentas kemiskinan, adalah meningkatkan pendidikan dan kesehatan

“Setidaknya lima tahun ke depan bisa mengurangi kemiskinan di Madura. Itu targetnya. Jangan dipatok dengan nominal seperti itu. Nanti kemiskinan akan terentas jika kedua hal (pendidikan dan kesehatan) ini tercukupi,” ujar politisi asal Pulau Madura ini.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Jawa Timur Ahmad Nawardi mengaku, pihaknya prihatin terhadap masyarakat Madura yang selama ini diremehkan. Padahal menurutnya kekayaan alam di Madura sangat melimpah.

“Migas dan garam di Madura ini sangat potensial, tapi kenapa masyarakat Madura seperti akan mati di lumbung padi,” ujar dia.

Dia menuturkan, dalam partarungan politik di Jawa Timur tahun 2018 nanti, harus ada peran dari orang Madura, agar Madura bisa berkembang dan tidak diremehkan lagi.

“Orang madura itu banyak yang berpotensi, sangat bisa untuk terjun ke Jawa timur untuk membawa aspirasi masyarakat madura yang selama ini dikeruk kekayaannya,” paparnya.

Pihaknya meminta kepada calon gubernur Jawa timur yang akan maju pada pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur tahun 2018 mendatang, bisa berkomitmen untuk mengembangkan wilayah Madura.

“Sejak Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang punya wewenang kan pemprov, jadi nanti siapapun yang jadi gubernur, harus punya komitmen dengan masyarakat Madura. Meskipun orang Madura tidak menjadi tokoh utama dalam pilgub Jawa Timur, minimal para pemimpin terpilih harus membuat MoU dengan orang Madura,” tandasnya. (dit/waw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top