KESEHATAN

Kasus Difteri Renggut Dua Korban Jiwa


BUTUH PENANGANAN: Kasus Difteri di Sampang diketahui masih tinggi sehingga diperlukan penanganan yang serius. (KM/Ist)

kabarmadura.co, (SAMPANG) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang mencatat dari tahun 2017 hingga 2018 terdapat sebanyak 34 kasus Difteri terjadi di wilayah itu. Atas kondisi tersebut, Dinkes terus menggalakan imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai upaya pencegahan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Sampang, Agus Mulyadi mengatakan setelah dilakukan pemeriksaaan dari 34 kasus difteri yang terjadi di kota Bahari, hanya sebanyak tujuh orang yang dinyatakan positif difteri, sedang 32 lainnya dinyatakan sembuh dan sisanya meninggal.

“Dari 34 kasus Difteri, tercatat 2 orang yang dinyatakan meninggal dunia,” kata Agus Mulyadi pada Kabar Madura, Selasa (8/2).

Dikatakan Agus sapaan akrabnya, masih tingginya kasus Difteri di Sampang, salah satu penyebabnya karena program imunisasi tidak dilakukan secara rutin, selain itu, kondisi lingkungan permukiman masyarakat yang tidak hygenis dan pola makan yang tidak teratur serta asupan gizi yang kurang bagus, sehingga anak usia 0-19 tahun menjadi mudah terserang berbagai jenis penyakit, terlebih difteri.

”Umumnya yang menyebabkan tingginya Difteri itu karena pola hidup yang tidak sehat dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang relatif rendah,”.

Menurut Agus, sejauh ini instansinya terus melakukan berbagai upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya kasus Difteri di berbagai wilayah di kota Bahari, menurutnya proses pencegahan sebenarnya harus di lakukan oleh masyarakat itu sendiri, semisal memperbaiki/membersihkan lingkungan dan berpilaku hidup bersih dan sehat.

”Kami mendorong melalui program imunisasi rutin dan imunisasi ORI, maka keterpaduan antara pemerintah dan masyarakat, harus punya satu tujuan, yakni menghilangkan penyakit difteri,” terangnya.

Untuk diketahui, di tahun ini. Dinkes Sampang menjalankan program imunisasi ORI dengan sasaran sekitar 330 ribu anak usian 1-19 tahun, hal itu dilakukan sebagai langkah untuk mengurai dan mencegah adanya KLB Difteri yang terjadi di Kabupaten Sampang. (sub/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top