KESEHATAN

400 Warga Menderita Penyakit Kusta


Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang (KM/Dok)

Kabarmadura.co, SAMPANG – Meski dalam jangka dua tahun terakhir penderita penyakit kusta di Kabupaten Sampang sudah mengalami penurunan, namun Kabupaten yang dipimpin Fadhilah Budiono ini tercatat menempati jumlah penderita kusta tertinggi se jawa Timur.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Asrul Sani yang dikonfirmasi Kabar Madura mengatakan, jumlah penderita kusta di daerahnya tercatat sebanyak 400 orang, jumlah tersebut menurutnya juga tidak sedikit berbeda dengan daerah lain yang ada di Madura.

“Kami sudah berupaya maksimal untuk menangani kasus kusta, salah satunya dengan melakukan pemberian obat untuk mencegah penularan secara dini sehingga tidak ada penularan dalam jangka waktu yang lama,” katanya, Kamis (25/1).

Dijelaskanya, penyakit kusta merupakan jenis penyakit yang bisa menular. Sedang proses penularannya adalah melalui kontak langsung dengan penderita yang belum melakukan pengobatan dengan jangka waktu yang cukup lama.

“Gejala awal kusta ditandai dengan adanya bercak pada permukaan kulit yang berwarna merah maupun putih. Pada area bercak tersebut akan mengalami mati rasa,” tambahnya.

menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinkes setempat bekerja lebih ekstra untuk menekan tingginya penderita kusta di kabupaten Sampang. Sebab penyakit kusta di kabupaten Sampang tercatat sebagai ‘peringkat’ tertinggi di Jawa Timur, sehingga perlu adanya tim khusus yang bertugas untuk menekan angka penderita kusta di wilayah Sampang.

“Tugas tim yang diturunkan juga khusus, yakni menekan angka penderita kusta yang ada di Kabupaten Sampang,” katanya.

Menurut Amin Arif Tirtana, desakan tersebut bukanlah tanpa alasan, sebab pembentukan tim khusus yang akan bertugas menangani penyakit kusta tersebut, merupakan bagian dari upaya Pemkab Sampang untuk ikut mensukseskan program Jatim Eliminasi Kusta (Jelita) pada 2018, terlebih pemberantasan penyakit kusta tersebut juga menjadi target pemerintah pusat pada tahun 2019.

“Kalau langkah pemkab masih jalan ditempat, dapat dipastikan program tersebut tidak akan berjalan lancar,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak Direktur Jenderal Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, menyebut bahwa pada tahun 2014 lalu di Indonesia ada sekitar 17 ribu kasus kusta. Bahkan Indonesia menduduki posisi ketiga di dunia mengenai kasus kusta setelah India dan Brasil.

Dari beberapa daerah Di Jawa Timur, kasus kusta tertinggi diketahui terjadi di Kabupaten Sampang. Oleh karenanya, pada tahun 2019, Kemenkes RI mencanangkan untuk proses eliminasi. Sedangkan pada tahun 2024, Indonesia merencanakan kasus kusta pada eradikasi yakni kasus kusta akan nol.

“Makanya daerah Madura terutama Sampang ini, harus bebas dari kusta,”.(awe/sam)

Terpopuler

© Copyright2017 kabarmadura.co. All Rights Reserved.Themetf

To Top