NEWS

Peduli Warga Miskin Lewat Media Sosial, Bantuanpun Mengalir Deras

BERJUANG : Rosita saat mengantar bantuan kepada warga miskin yang ada di sekitar tempat tinggalnya. (KM/ Ahmad Ainol Horri)

kabarmadura.co, (SUMENEP)-Tanpa butuh pendataan atau verifikasi. Apalagi jenjang tahapan administrasi yang makan waktu. Cukup foto, dan upload di media sosial, bantuan untuk mereka yang membutuhkan langsung datang.

Aksi peduli terhadap warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan melalui media sosial mungkin sudah banyak dilakukan. Dan menariknya, aksi tersebut selalu efektif mendatangkan bantuan. Kemajuan teknologi yang dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dampak positif.

Seperti apa yang dilakukan oleh Rosita. Perempuan berusia 26 tahun yang tinggal di Dusun Tengat, Desa Taman Sare Kecamatan Dungkek. Ia merasa tergerak berbuat sesuatu melihat sebagian warga di sekitar tempat tinggalnya masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Apa yang disaksikan Rosita bukan hanya warga yang tinggal di gubuk reyot, baju yang melekat sehari-hari, dan bahkan untuk makan saja sangat kesulitan. Para warga miskin yang hidup serba kekurangan dan sangat membutuhkan uluran tangan.

Semua itu diketahui Rosita yang kemudian memposting kondisi rumah dan kehidupan warga miskin tersebut di media sosial. Postingan tersebut langsung viral. Perempuan kelahiran 17 Agustus 1991 ini sengaja melakukan itu karena merasa terpanggil untuk membantu.

Diantara yang diposting ke akun Facebooknya pasangan suami istri Jumo (30) dan Alimah (41) dengan beban seorang anak dan ibunya yang sudah tua dan rabun, Sutabar (100)  dan Jutiye (80). Tiga keluarga tersebut tinggal di gubuk gedek dengan kondisi memprihatinkan.

Selain itu, di desa tersebut masih banyak yang memiliki nasib serupa. Mereka hidup dengan kondisi serba keterbatasan, tinggal dirumah yang tidak layak, seperti Ummi, Hamid, Murtati.

Dengan cara seperti itu, ia berharap agar sejumlah warga miskin tersebut mendapatkan bantuan dari orang yang peduli. Sebab selama ini, keluarga miskin tersebut tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Saya lakukan ini untuk membuka pintu bagi orang-orang yang peduli kepada fakir miskin agar memberikan sebagian hartanya sehingga beban mereka bisa berkurang. kalau bukan kita siapa lagi?,” cerita Rosita.

Apa yang dilakukan Rosita adalah sesuatu yang mulia. Kendati demikian, menurutnya, masih terjadi pro dan kontra. “Tapi saya tetap lanjut mas karena saya kasihan pada mereka yang hidupnya sangat memperihatinkan,” tegas Rosita.

Perjuangannya kini telah membuahkan hasil. Banyak masyarakat di Kabupaten Sumenep merasa iba dan memberi santunan berupa uang, sembako, baju, sarung, kasur, semen dan berupa bantuan lainnya. Rosita mengaku akan terus mencari donatur.

Dari setiap bantuan yang baik diperolehnya langsung, Rosita kemudian membuat laporan sederhana baik jumlah uang maupun item barang. Ia kemudian mempostingnya sebagai ‘laporan’ terkait bantuan yang sudah disalurkan.

“Ada yang datang sendiri memberikan langsung, ada juga yang melalui saya bantuan itu diberikan. Saya berharap ada langkah strategis dari pemerintah, misalnya memberikan bantuan rumah seperti program RTLH,” jelasnya.

Selama ini, diantara yang sudah berkunjung ke rumah warga fakir miskin itu, Sekretaris Desa (Sekdes) setempat, pihak kecamatan Dungkek, dari pihak Polres, dari awak media dan sejumlah warga lainnya memberikan bantuan. Sementara Dinas Sosial (Disnsos) Sumenep yang bertanggungjawab atas masyarakat miskin belum tampak.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Sumenep Akhmad Aminullah hanya menyarankan agar keluarga miskin yang tidak dapat RTLH agar diajukan ke instansinya. Dirinya juga mengatakan jika pendataan PKH dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh TNP2K. (h4d)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top